Tags

, , , , , ,


Menjadi pembelajar ternyata tak semudah yang selama ini kita hayalkan. Sebuah raport tanpa angka merah bisakah sekarang menjadi sebuah tujuan. Yang ingin saya tulis adalah tentang sebuah “Paradigma belajar”. Apakah tujuan dari kita mengikuti wajib belajar Sembilan tahun dan lagi ditambah dengan pendidikan di pergiruan Tinggi yang banyak menyita waktu, tenaga dan otomatis uang kita????

Jika hanya untuk bisa mendapat pekerjaan yang dapat menghasilkan uang dan dapat mencukupi semua kebutuhan kita. Apakah semua hal tersebut akan mengubah kehidupan kita?

Satu pertanyaan lagi, apakah semua jenjang pendidikan yang kita lalui dan kita pelajari yang telah memberikan kita pelajaran dalam menjalani kehidupan sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan kita?

Sebuah ungkapan dari seorang WS Rendra, mungkin akan mengingatkan kita kan sebuah hakikat Belajar dalam kehidupan. Adalah setiap lini dari kehidupan kita, adalah universitas kehidupan yang kita lalui. Setiap zona-zona yang pernah kita masuki, sehingga kita mengambil peran disan, menghadapi segala kesulitan dan menerima segala pembelajaran hikmah  yang dapat kita ambil dan ingat untuk masa depan kita. Sebuah universitas yang maha luas dan system pembelajaran yang sangat berbasis kompetensi, dimana kita sangat mengena dengan pelajaran-pelajaran yang diberikan. Bagai kita praktikkan secara langsung, bagaimana tidak??