Pernah mendengar nasihat: “hati-hati kalau bertindak, karena semua yang kita lakukan akan berdampak kepada anak cucu kita”. yah demikianlah apa yang kita tanam, maka buah itulah, atau hasil itulah yang akan kita tuai.

Berhubungan denngan sebuah kiasan “Like Father Like Son” yang artinya : This is used when different generations of a family behave in the same way or have the same talents of defects.  Sama dunk gak ngertinya… yah secara maknawi kiasan tersebut mengajarkan kepada kita, bahwa kita akan mewariskan apa yang kita ciptakan dalam kehidupan kita, kebiasaan, kepribadian, pemikiran, ringkah laku, sopan santun kepada generasi kita… jadi jika kita bekerja keras untuk berubah menjadi lebih baik, merupakan upaya kita yang berbentuk long term, mempunyai manfaat yang sangat panjang masa berlakunya.  Jadi alangkah sangat baiknya untuk tidak menunggu berkeluarga dan mempunyai anak baru berusaha bertingkah laku yang terbaik untuk mendidik sang anak agar dapat menjadi teladan, contoh yang baik bagi anak kita, akan tetapi mulai dari sekarang.

Sebuah kisah yang bisa memotivasi kita bahwa anak adalah cerminan dari kerja keras kita, sikap, dan perilaku kita. Kisah dari khalifah Umar bin Abdul Azis, tokoh pemimpin bergelar khulafaurasyidin, ketika itu khalifah yang terkenal dengan keadilanya itu sangat tersentak dengan perkataan sang pemuda, terlebih saat itu, ia tengah merebahkan diri beristirahat usai mengubur khalifah sebelumnya, Sulaiman bin Malik.

tapi baru saja ia merebahkan badanya, seorang pemuda berusia tujuh belasn tahun datang mengahmpirinya dan mengatakan, ” Apa yang ingin engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?” Khlifah bin Abdul Aziz menjawab, “Biar aku tidur barang sejenak,aku sangat lelah dan capai sehingga nyaris tak ada kekuatan yang tersisa.” Namun pemuda itu tampak tidak puas dengan jawban tersebut. Ia bertanya lagi: Apakah Engkau akan tidur sebelum mengembalikan barang yang diambil secara paksa kepada pemiliknya, wahai Amirul Mukminin?” Kalifah menjawab, “Jika tiba waktu zuhur, saya bersama orang-orang akan mengembalikan barang-barang tersebut kepada pemiliknya.” jawaban itu yang kemudian ditanggapi oleh san pemuda. “Siapa yang menjaminmu hidup samapi setelah zuhur, wahai Amirul Mukminin?”.

Pemuda itu bernama Abdul Malik, ia putra Amirul Mukminin sendiri Umar bin Abdul Aziz. semiga Allah merahmati keduanya, demikianlah kehebatan seorang anak tas bagaimana ia dididik oleh seorang khalifah yang terkenal dengan keadilannya. Inilah dimana dikatakan like father like son, bagaiman dengan kita, rela kah anak-anak kita mempunyai sifat yang sama dengan kita, Ask it deep in our heart….

Wallahumma  bish shawab