Melatih untuk rajin sholat malam bagaikan menempa diri di sebuah sekolah di malam hari.  Kita berusaha bangun dari kemalasan, ditengah-tengah kita beristirahat (baca: tidur dengan pulas), kita harus bangun untuk mengambil air wudhu.

Sholat malam memang suatu amalan yang sangat berat, hingga Allah sendiri merasa takjub dan Rosulullahpun membanggakan umatnya yang melaksanakan sholat malam pada malaikat. Rosulullah bersabda ” Allah merasa takjub dari dua lelaki, seorang yang bangkit meninggalkan tempat tidurnya yang empuk dan selimutnya diantara keluarga dan orang yang dicintainya untuk melaksanakan sholat. Maka Allah berfirman,” Wahai para malaikaKu, lihatlah hambaKu, ia bangkit meninggalkan kasur dan tempat tidurnya dan dari tengah-tengah orang yang ia cintai dan keluarganya menuju sholat karena mengharap apa yang ada disisiku …” (HR Ahmad dan dari jalan Abdullah bin Mas ud)

Alangkah mulianya sholat malam hingga Allah kagum dengan orang yang melaksanakannya, bagi kita yang ingin mengejar kemuliaan dan kehormatan di sisi Allah maka hendaknya kita bisa bersungguh-sungguh dan secara kontinyu dalam dalam menjalankan sholat malam. Kata Rosulullah ” kemuliaan seorang Mukmin terletak pada sholatnya di waktu malam”, dan refleksi dari pengalman dan sebuah riwayat kehidupan seorang filsuf yang saya pelajari di sejarah pemikiran modern bahwa kehebatan seorang adalah bagaimana ia bisa memanfaatkan waktu malamnya.

Tiada yang paling sempurna ketaatan yang kita teladani yaitu ketaatan Rosululllah, setiap malam menjelang beliau bergegas untuk beribadah kepada Allah. Bila malam telah tiba dan mulai menyelimuti jagad raya, beliau pun segera menghadap Allah, bermunajat dan bertadharru’ (menghinakan diri) dihadapanNya dengan berdiri, sujud dan duduk.

Sampai istimewa dan sangat bermanfaatnya sholat malam, saat wahyu pertama tentang perintah sholat malam diwajibkan untuk  dilaksanakan, perintah itu tertuang di awal surat Al Muzzammil, sehinggai apabila kita selalu rajin untuk sholat malam maka orang-orang tersebut tergolong dalam golongan generasi Al Muzzammil, akan tetapi setelah satu tahun muncul kemudian perintah akan tidak wajibnya sholat malam.

Sholat malam membuat wajah kita merona lho :) gak perlu anti agent lagi dunk.. :lol: , suatu ketika seseorang bertanya kepada Hasan Al Bashri ” Apa yang gerangan membuat orang-orang yang sering sholat malam menjadi yang paling elok merona wajahnya? ” ia menjawab ” Karena ia menyendiri dengan Allah Yang maha Penyayang maka Allah pun membaluri mereka dengan sebagian dari cahayaNya”.

Katanya sholat malam akan menyirami hati dengan ketentraman, kebahagiaan, dan cahaya, percaya tidak? mari kita buktikan yuk!  generasi salaf bertutur “orang yang terbiasa sholat malam akan merasakan kelezatan malam mereka melebihi kelezatan yang dirasakan oleh orang-orang yang hanyut dalam perbuatan sia-sia dalam kesia-sian mereka.” He..he.. he.. perkataan salaf memang sulit di pahami ya :) mereka adalah generasi yang menghindari dari segala perbuatan yang sia-sia artinya tidak ada manfaatnya dalam meningkatkan keimanan atau malah bisa melenakan kita dari kekhusyuan beribadah kepada Allah. Berarti sepertinya maksud perkataannya sholat malam lebih nikmat dari pada bawa uang banyak dan bebas membeli apapun waktu jalan-jalan di Mall.  (hiks ..  abis Tetik bingung contohnya apa :( )

Satu lagi manfaat dari sholat malam, yaitu akan melahirkan kelembutan dan cahaya dalam hati (Nah kalo yang tadi cahaya di wajah kita kali ini cahaya di hati-hati kita). Berdoa di saat sholat malam adalah doa yang mustajab, doa yang akan dikabulkan oleh Allah. “Sesungguhnya pada malam hari itu adalah suatu waktu yang tidaklah seorang muslim mendapatinya lantas ia meminta kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhiratnya melainkan Allah akan memberikannya itu setiap malam.” (HR. Muslim)

Dengan mengetahui dan memahami tentang  keistimewaan akan sholat malam maka mengamalkanya adalah salah satu barometer yang menunjukkan kesungguhan tekad seseorang dalam beribadah kepada Allah dan mengamalkan sunnah Rosulullah.