Selamat pagi, semangat pagi dan semangat beraktivitas. Di suasana liburan, sepi dan tidak ada kegiatan jarang sekali saya temui. Ciye…. gaya nih, tapi awal pekan liburan ini, saya merasa rileks sekali. Mungkin karena kondisi saya yang dalam masa penyembuhan yah, atau memang masih sedikit sakit. Sepekan sebelum libur, memang pekan yang cukup menguras tenaga, hwe.. gimana tidak badan panas, batuk pilekkk pas malam menggigil. Gak pa deh sedikit curhat>_<

Liburan dimulai, saya pulang ke rumah dan baru pergi ke Dokter di penghujung sakit saya, he..he..he.. dari pada tidak sama sekali. Alhasil dirumah yang biasanya banyak kerjaan saya hanya “okang-okang” saja  (uenak e). Semua pada sibuk dengan agenda liburannya masing-masing, saya hanya jaga rumah >_<, Nah kita kembali ke tajuk utama postingan.

Pagi ini saya mau mengantar Rani ke stasiun, Rani teman seperjuangan saya mau pergi ke Tulungagung, wanita muda dan beruntung ini baru lulus S1 dah langsung diterima pegawai negeri, dia barusan diterima jadi PNS di Tulungagung. Selamat ya Ran >_<  setelah mengatar Rani saya ada kegiatan pagi ini, belanja di Pasar buat dua hari makan di rumah. sempat Bingung tadi mau masak apa yakk. Sebelum berangkat Rani membuat teh buat dirinya sendiri, baru ingat tadi Rani tidak sarapan ya sebelum berangkat, aduh anak ini memang gak doyan makan, dia cepat-cepat karena  diburu sama jadwal kereta api. Dia teguk lah teh nya sambil berdiri. Kemudian datanglah Emak menegur, “heh cah ayu sek enom, nek ngombe mangan di cepak ke lunggoh ben cepet ono seng ngukup.” artinya ” heh anak yang cantik dan muda kalau minum dan makan harus duduk biar nanti cepat ada yang melamar” he..he.. he.. sorak saya ketawa sambil ngledek Rani. Saya baru kenal sama Emak, kita akrab menyapa Emak, beliau bekerja di rumah, orangnya baik dan rajin sekali.

Saya baru menyadari kalau ada petuah seperti itu di orang-orang jawa. Petuah tersebut sama dengan sunnah Rosulullah untuk umat islam agar tidak makan dan minum dengan berdiri. Dengan keterbatasan untuk mengetahui sejarah munculnya petuah jawa ini, saya hanya takjub dengan kebetulan atau tidak kebetulan tentang kesamaan ini.