Bismillahirrahmanirrahim
Dalam bingkai agama Islam, para ulama mendefinisikan akhlak/moral adalah ”suatu sifat yang tertanam dalam diri dengan kuat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa diawali berfikir panjang, merenung dan memaksakan diri, seperti kemarahan seseorang yang asalnya pemaaf, maka itu bukan akhlak. Demikian juga seorang bakhil, Ia berusaha menjadi dermawan ketika ingin dipandang orang, Jika demikian maka tidaklah dapat dinamakan akhlak”.
Akhlak mulia yang dikontrol oleh nilai-nilai agama Islam dapat membuat seorang muslim mampu menjalankan tiga hal berikut dengan baik:
- Dalam berinteraksi dengan Tuhannya, yaitu dengan akidah dan ibadah yang
benar disertai dengan akhlak mulia. - Dalam berinteraksi dengan diri sendiri, yaitu dengan bersifat objektif,
jujur, dan konsisten mengikuti manhaj Allah. - Dalam berinteraksi dengan orang-orang, yaitu dengan memberikan hak-hak
mereka, amanah, menunaikan kewajiban sebagaimana yang ditetapkan oleh syariat.
Dengan kesuksesan dalam menjalani ketiga hal di atas, maka kita akan mendapatkan ridha dari Allah, dari diri sendiri dan dari orang lain/masyarakat. Dan dengan berpegang teguh pada nilai-nilai akhlak yang dibawa oleh Islam, maka kita mampu mencapai kesuksesan dunia akhirat.
Bagaimana agar dapat ber-Akhlakul karimah
Pemahaman Inti,
Tanamkan, dedikasikan secara sungguh-sungguh dalam pemikiran dasar/mind set kita untuk ”Dahulukan nurani dari ego!”
3 langkah konkret,
- Fahami secara mendasar nilai-nilai akhlakul karimah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw.
- Ajarkan kepada orang lain dalam setiap kesempatan mengenai hal-hal yang kita fahami mengenai akhlakul karimah tersebut.
- Secara sistematik dan sungguh-sungguh menerapkan/ melaksanakan hal-hal yang difahami tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana pada lingkungan yang paling dekat dan bersifat privat, serta segerakan mulai dari saat ini.
Dengan pemahaman dan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat tercipta suatu kebiasaan yang pada akhirnya bila kita lakukan secara konsisten maka akan terbentuk karakter/integritas akhlakul karimah dalam diri kita.
Selanjutnya dengan implementasi akhlakul karimah/akhlak mulia maka jaminannya adalah kita akan menjadi mukmin sempurna/pribadi unggul dan mendapatkan kemenangan dunia akhirat. Adapun ganjaran mukmin sempurna adalah:
1) Terhormat di mata Allah
2) Terhormat di mata masyarakat
3) Terhormat di mata diri sendiri
Akhlakul karimah sebagai Ubudiyah
Berdasarkan pembahasan sebelumnya menjadi jelaslah bagi kita bagaimana posisi aklakul karimah dalam Ubudiyah. Bahwa kagungan dan ketinggian akhlak kita merupakan manifestasi lain dalam Ubudiyah/pengabdian pribadi kita sebagai hamba Allah. Lalu kalau demikian mengapa kita tidak berupaya dengan sekuat tenaga untuk meningkatkan kualitas akhlak kita? Berupaya secara konsisten melakukan improvement untuk meninggikan dan menagungkan akhlak kita sebagaimana dicerminkan olah Rasulullah? Sementara kesadaran dalam diri kita mengatakan bahwa salah satu bentuk terbaik dari persembahan kepada sang Guru dalam pemahaman thareqat adalah Ubudiyah/Pengabdian!
Karena sesungguhnya berdasarkan cerita dan pengalaman para ihwan yang secara ikhlas dan sungguh-sungguh mengabdikan dirinya pada jalan Allah, telah banyak pembuktian bahwa memang Tuhan tidak mau kalah budi dengan umatnya. Bahwa apa yang kita abdikan dan sumbangsihkan kepada jalan Allah melalui pengabdian kita kepada Mursyid dan ajarannya pasti akan terbayar! Tidak akan pernah membuat kita tertinggal apalagi sia-sia!
Pada dasarnya nilai-nilai akhlak mulia (Akhlakul karimah) yang dibawa Islam-jika diamalkan secara konsisten dan penuh rasa tanggung jawab-mampu menjawab problematika yang sedang diderita umat Islam saat ini, baik permasalahan sosial, politik maupun ekonomi. Sejarah merupakan bukti konkret hal ini, bagaimana umat Islam dalam masyarakat Madinah pada zaman Rasulullah Saw menjadi masyarakat yang begitu mengagumkan dan tetap menjadi tauladan serta tolok ukur sampai dengan saat ini. Oleh karena itu, jika nilia-nilai akhlak tersebut dilaksanakan maka hari ini dan hari depan akan menjadi saksi kebenarannya.Wallahu’alam bish showab
“Karena sesungguhnya berdasarkan cerita dan pengalaman para ihwan yang secara ikhlas dan sungguh-sungguh mengabdikan dirinya pada jalan Allah, telah banyak pembuktian bahwa memang Tuhan tidak mau kalah budi dengan umatnya.”
nice words…
Saya berharapan baik supaya tergolong berakhlah karimah…amin..
Terhormat di mata allah… itu sulit banget rasanya…. T_T
melakukannya harus tanpa paksaan.
Emmm. . . . .
…
hayooo mbah kasih penjelasan nih komen apa maksudnya
Saya pun terdiam….
maksh dah berbagi ..
salam
hayuk kita mulai dari diri sendiri…..semangat semangat!!!!
Tetik…pingsannya jangan lama2 dong….kok baru muncul?
Maaf mbakkk kelamaan ya………..
yakk mbak tetik tidak akan nmengulang lagi he..he.he..
^_^
kk … hehehe …
abiz liburan y? jadi lupa blog walking … ^_^
asal ndak lupa ma Adia … hehehe …
salam 4antum …
Hai Adia ….
He em Mbak kalo liburan malah sibuk nih jadi gak bisa blogging >_<
Subhanallah.. makasih mbak tetik diingatkan..
apa kabar Tetik sayang ?
semoga slalu sehat ya ,amin
terimakasih Tetik utk tulisan yg penuh pembelajaran dan hidangan sehat bagi jiwa ini
aku ingiiin dicinai dan dimuliakan olehNYA…..
bisakah? mampukah?
salam
Alhamdulillah Bunda ….
Tetik na Baikkk
terimakasih sdh berbagi ilmu…
“mendahulukan nurani dari ego”
sedang berusaha, tapi susaahnyaaaa
tengkyu informasinya mba jadi tambah ilmu deh…
berusaha terus semoga bisa memiliki akhlak yang mulia
amiiin
Kalau udah berusaha tp lum bisa gmna ya
Ya memang sewajarnya manusia hanya bisa berusaha dan berdoa…
tiga target yg ideal dlm mendidik generasi muda, 1)berakhlakulkarimah, 2) faham agama, 3) life skill agar mampu mandiri
*selamat pagi
Mari kita mulai menerapkan akhlakul karimah…
Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, mulai dari sekarang
Semoga Allah meridhoi
Betul banget tuh mbak…akhlakul karimah memang wajib dimiliki oleh setiap pribadi manusia. Namun bukan berarti kita harus selalu benar, karena kebenaran hanya milik Allah. Tapi setidaknya kita memiliki kesadaran penuh bahwa apa yang kita lakukan adalah salah sehingga kita tidak mengulanginya lagi
akhlak yg mulia susah di gapai banyak ujiannya t