Sore yang dingin dan gerimis hari ini menjadi begitu hangat terasa. Disela banyaknya aktivitas hari ini, dari satu agenda ke agenda yang lain, hujanpun tak seharusnya dijadikan sebuah alasan untuk tidak beraktivitas. Setelah ibadah sholat ashar tiba-tiba ada 7 panggilan yang tak terjawab dan nomornya tidak tersimpan, penasaran siapa ya. Kemudian saya balas dengan mengirim sms, dan jawabannya “Dek ni mbk Ely sedang di Malang, anti dimana sekarang?” dan akhirnya dilanjutkan dengan telepon. Kita sepakat janjian di seberang jalan, di tengah rintik rintik hujan yang indah, kita melepaskan kerinduan, sebentar sekali, hanya sekitar 5 menti saja kita berbincang di pinggir jalan, karena mbak Ely akan segera kembali ke Probolinggo. “Dek ini dari Ibu buat teman-teman di FIB”
Sungguh sebuah bingkisan yang tidak bisa di nilai hanya dari harganya, akan tetapi ukhuwah di dalamnya. “Ibu hafal lho sama teman-teman yang pernah kerumah”. Sebuah tanda cinta yang mengungkapkan indahnya ukhuwah yang pernah terjalin. Ini adalah bukti yang memantabkan hati kita untuk saling memperhatikan dan saling memberi. Bukti bahwa yang di katakan orang-orang yang tidak sepemikiran dengan dakwah ikhwan, adalah tidak benar. Ukhuwah diantara kita bukanlah sebatas tuntutan struktur organisasi, hanya sebuah tuntutan amanah, dimana ukhuwah ini sangat rentan dengan keretakan. Buktikan bahwa itu semua bukan karakter aktivis dakwah. Ukhuwah aktivis dakwah adalah ikatan yang mulia yang tak sepantasnya dikatakan hanya terbentuk dengan struktur amanah. Dakwah ini tidak dibatasi dengan struktur amanah, karena kita bukanlah organisasi sosial, bukan lah paratai politik, bukan pula organisasi domestic yang memiliki keterbatasan tujuan. Tetapi kalian adalah ruh baru yang mengalir di dalam hati sanubari umat ini, kemudian di hidupkan oleh Allah dengan cahaya Al Qur’an. Kalian adalah cahaya baru yang bersinar terang yang memporak-porandakan kegelapan hidup hedonism dengan makrifatullah. Ketahuilah bahwa kalian adalah suara yangbergaung keras dengan menggemakan seruan Rosulullah Saw. (Hasan Al-Banna)
Manisnya ukhuwah
He em makasih sudah mampir Bunda
(Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
Ukhwah yang hanya sebatas tuntutan organisatoris pasti akan segera menemui kehancuran. tetapi ukhwah yang seperti Mbak Ely dan Mbak Etik pasti akan selalu abadi dan memberi manfaat
monggo buat KETIGAX ….
InsyaAllah
ukuwah.. memang sangat penting.. tapi sama kaya’ silaturahmi gak sih ukuwah itu? :bingung
ukhuwah itu ikatan hati… kalo silaturrahim usaha untuk meningkatkan ukhuwah
Seandainya semua menjalankan ukuwah dengan benar, mungkin tidak akan ada pertikaian di bumi Allah ini.
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Woo gitu ya… *ngangguk2*
wah sungkan ma Mbah rekkk…
Ukhuwah itu indah,,apalagi pake hadiah.. yuks..saling memberi hadiah..hehe
#kunjunganpagi
makasih ya tetik, tulisannya sudah mengingatkan saya…
sama sama mbak Devi
Ukuwah memang akan mewarnai kehidupan ini, tinggal kita yang harus pandai merajut dan menjaganya
Ukhuwah ada karena iman kita,
Karena ana merasakan ukhuwah dengan mbak tetik ^^
Bersiaplah…
Kelak nanti ada masanya dimana ukhuwah ini diuji
dan kadang pilihannya sulit
salm ukhwah…
Pingback: Berita Seputar Yahoo! | DailySocial | Alde Blog
Subhanallah… indahnya ukhuwah…
Oiya, ibu kita memang cenderung ingat banget sama teman2 yang pernah ke rumah, apalagi bila kita sering bercerita tentang teman2 kita itu kepada ibu
subhanallah…….memang indah ukhuwah….
luar biasa..indahnya kebersamaan, indhnya ukhuwah…
semangat! do the best, bismillah..