Suatu ketika wanita cerdas lebih memilih menginvestaskan ilmunya untuk mengajar anak-anak SD di TPA saat ditanya apakah tujuannya yang ingin ia peroleh dengan apa yang ia lakukan. Maka ia menjawab aku ingin mereka belajar  Al Fatihah pertama kali dari saya dan juga mereka bisa membaca Al Qur’an dari saya. Sungguh sebuah amalan yang akan terus mengalir dan berlipat suatu ketika mereka mau mengajarkan kepada orang lain.

Bukankah Nabi Muhammad, manusia tersempurna di dunia ini adalah orang yang pertama kali mengajarkan kita Al Fatihah. Sehingga kita bisa mengamalkannya. Bayangkan saja jika karena kita seseorang bisa membaca ayat-ayat Allah, mempelajarinya dan mengamalkanya. Apalagi karena kita seseorang melaksanakan sholat karena kita, setahun dua tahun kemuadian ia tetapi beristiqomah dalam ibadahnya, bisakah kita membayangkan pahala kita. Allah berfirman bahwa saya orang yang paling baik dan beruntung sehingga menjadi umat yang terbaik dimana ada diantara mereka yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Karena mereka lah bagaikan bulan purnama dalam kegelapan yang bisa memberikan cahaya terang dari pada juataan bintang yang redup dalam kegelapan yang mengumpamakan orang-orang yang berilmu akan tetapi tidak mau mengamalkannya.