Berusaha mengenali kepribadian adalah salah satu cara untuk mengevaluasi dan meningkatkan pribadi kita. Katanya, orang yang pandai mengenal dirinya, maka ia akan pandai mengendalikan emosi yang nantinya sangat bermanfaat untuk pengembangan diri.
Menanggapi dari hasil test kepribadian saya, saya adalah plegmatis. Akan tetapi tidak semua teori psikologi itu bekerja 100 % sempurna menganalisa karakter saya.
Setelah mendengar tentang sebuah teori pengembangan organisasi, yang tentunya bisa untuk personal,yang biasa disebut Jendela Johari , bahwa ada 4 cakrawala pengenalan diri seseorang:
Kuadran 1 (Open) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain,
Kuadran 2 (Blind) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri. Misalnya ketika orang lain menyatakan diri saya sebagai orang yang keras kepala dan saya tidak menyadarinya.
Kuadran 3 (Hidden) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Biasanya hal-hal yang disimpan di kuadran ini bersifat sangat pribadi atau memalukan.
Kuadran 4 (Unknown) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri ataupun oleh orang lain. Disinilah peran ahli seperti psikolog untuk menyingkap kuadran 4.
Hanya sebagai pengantar, sebuah teori yang memotivasi saya untuk semakin terbuka, sebagaimana nasihat dari saudari saya. Mengenali diri sendiri dan berbagi tentang kepribadian kita, akan memperbesar kuadran 1 sehingga akan mempererat hubungan kerjasama dan persaudaraan.
Memang menarik teori Johari ini, lain kesempatan,saya ingin mengulas tentang teori ini lebih mendetail.
Jum’at 6 April, bertepatan dengan hari libur, saya beserta rombongan memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke salah satu penulis favorit sekaligus seorang guru spiritual. Tidak tanggung-tanggung alamatnya adalah di Cepogo